Ingin menang? Kenali musuhmu!


Ta’lim Ba’da Dzuhur – Masjid At-Taqwa Garuda Indonesia (26 Juli 2010)

Dalam sejarah penciptaan manusia, ada satu makhluk Allah yang berjanji untuk terus menyesatkan manusia hingga hari kiamat. Yup betul, Syaitan. Dalam Al-Qur’an:

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam ,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah 34)

Dan tingkah laku syaitan:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (AN-Nuur 21)

Nah ternyata syaitan itu banyak jenisnya. Umarbin al-Khattab r. a berkata, terdapat 9 jenis anak syaitan :

  1. Zalituun.  Duduk di pasar, kedai atau toko, supaya manusia hilang sifat kecermatannya. Menggoda supaya manusia berbelanja lebih dan membeli barang-barang yang tidak perlu. Tak salah dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa sikap boros adalah temannya syaitan.
  2. Wathiin. Pergi kepada orang yang mendapat musibah supaya berprasangka buruk (su’uddzon) terhadap Allah. Contoh lainnya adalah selalu mencaci maki musibah, meratapi kematian, atau tidak ikhlas terhadap datangnya musibah. Pantas kalau Rasulullah melarang kita untuk meratapi orang yang meninggal.
  3. A’awan. Menghasut sultan, raja, pemerintah atau yang mempunyai jabatan lainnya, supaya tidak mendekati rakyat. Seronok dengan kedudukan/kekayaan hingga terabaikan kebajikan rakyat dan tidak mau mendengar nasihat para ulama. Wajar kalau salah satu golongan yang dijamin masuk surga adalah Pemimpin yang adil.
  4. Haffaf. Berteman baik dengan botol minuman keras, apapun bentuknya. Suka menghampiri orang yang berada di tempat-tempat maksiat (contoh: disco, klab malam & tempat yg ada minuman keras). Pokonya syaitan jenis ini menggoda untuk mencicipi minuman keras. Ingat! Khamr, sedikit meskipun setetes adalah haram. Banyak atau sedikit tetap haram.
  5. Murrah. Merusakkan dan melalaikan ahli dan orang yg suka akan musik sehingga lupa kepada Allah. Mereka ini tenggelam dalam keseronokan dan glamour etc. Syaitan ini akan melenakan manusia dengan senandung-senandung. Alibinya seni.
  6. Masuud. Duduk di bibir mulut manusia supaya melahirkan fitnah, gosip, umpatan dan apa saja penyakit yg bermula dari kata-kata mulut. Hati-hati para pecandu infotainment! Wajar kalau mengetahui aib orang begitu penasaran.
  7. Daasim. Duduk di pintu rumah kita. Jika tidak memberi salam ketika masuk rumah, Daasim akan bertindak agar berlaku keruntuhan rumahtangga (suami isteri bercerai-berai, suami bertindak ganas/keras, memukul isteri, isteri hilang pertimbangan dan menuntut cerai, anak-anak didera dan berbagai bentuk kemusnahan rumah tangga lainnya). Selain itu syaitan ini juga suka nimbrung di makanan. Biasanya membuat kita lupa membaca doa sebelum makan. Makanya sebelum masuk rumah, salam dulu.
  8. Walahaan. Menimbulkan rasa was-was dalam diri manusia khususnya ketika berwudlu dan sholat dan menjejaskan (lecet/tergores) ibadah-ibadah kita yg lain. Jadi membuat kita selalu mengulang-ulang shalat (contoh mengulang-ulang takbir atau wudhu). Bisa juga membuat seolah-oleh kita kentut ketika shalat. Kata Rasul, kentut itu bisa dibuktikan dengan dua hal, yakni bau dan bunyinya.
  9. Lakhuus. Merupakan sahabat orang Majusi yang menyembah api/matahari.

Tapi santai kawan, bentar lagi kan Ramadhan, ada hadist dari Rasulullah S.A.W:

“Jika Ramadhan tiba dibukalah pintu sorga dan ditutuplah pintu neraka serta syaitan-syaitan dibelenggu. (HR. Bukhari).

Nah, tapi kenapa kok di bulan Ramadhan perilaku manusia (muslim) masih banyak yang dirasuki syaitan? Hati-hati, bisa jadi itu memang tabiat asli anda. Setelah 11 bulan sebelumnya dirasuki oleh syaitan. Bukankah karakter itu dibangun dari kebiasaan. Nah kalo di 11 bulan kita memang sudah terbiasa berperilaku mengikuti kehendak syaitan, maka meskipun di satu bulan syaitan aslinya dibelenggu, kita bisa jadi syaitan jadi-jadiannya.

Jadi syaitan manakah anda? Na’udzubillah.

Wallahu ‘alam bi showab.