3rd Ramadhan ~Berburu Rahmat Ramadhan~


Bismillahirrahmanirrahiim

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, penggenggam kehidupan dan kematian, yang memberikan anugerah kehidupan bagi semua makhluknya, tanpa pilih kasih tanpa pamrih. Dia lah yang menjamin rezeki yang cukup kadarnya, usia yang tak akan berkurang atau bertambah sesuai waktunya, dan jodoh yang tak akan tertukar pasangannya. Subhanallah. Hari ke-3 Ramadhan, moga selalu kita isi dengan kesibukan mengingat-Nya, tidak lupa menjalankan keutamaan ibadah-ibadah sunnah-Nya. Menunaikan dhuha memohon kecukupan rezeki yang berkah di sepanjang hari-Nya, menyiapkan pakaian terbaik dan memakai wewangian untuk menjemput jumat-Nya, dan memberikan sedekah serta infaq terbaik berharap ganjaran ridho dari-Nya. Insya Allah.Dalam suatu riwayat, sebelum Ramadhan tiba, Rasulullah SAW menyampaikan khutbahnya. Sedikit penggalan khutbahnya:

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Riwayat di atas memang kekuatan hadistnya adalah dhaif (lemah), tapi terlepas dari hal tersebut, dinyatakan bahwa Ramadhan adalah bulan yang membawa rahmat dan maghfirah (ampunan). Mengenai Rahmat, dalam kamus besar bahasa Indonesia dikatakan bahwa Rahmat adalah karunia atau belas kasih atau kasih sayang (rahim). Dalam tafsir Ibnu Katsir mengenai basmallah, dijelaskan mengenai dua sifat Allah, yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahiim. Dari 99 nama Allah, yang menjadi istimewa adalah munculnya dua nama ini dalam Ummul Qur’an dan juga awal dari Al-Quran. Dijelaskan mengenai Ar-Rahman dan Ar-Rahiim diambil dari satu kata yakni Ar-Rahmah. Tapi keduanya memiliki makna khusus yang berbeda. Seorang ulama mengatakan bahwa Ar-Rahman merupakan nama yang bersifat umum meliputi segala macam bentuk rahmat, dan nama ini dikhususkan hanya bagi Allah SWT semata. Sedangkan Ar-Rahiim merupakan kasih sayang yang diberikan Allah hanya bagi orang-orang yang beriman. Dalam suatu hadist dikatakan:

“Sesungguhnya Allah memiliki 100 (seratus) rahmat, di antaranya 1 (satu) rahmat yang dengannya setiap makhluk saling menyayangi, dengannya pula binatang-binatang buas menyayangi anaknya, dan ada rahmat lainnya sebanyak 99 (sembilan puluh sembilan) yang akan diberikan nanti di hari kiamat.” (HR. Muslim)

Para ulama menafsirkan ayat ini bahwa satu rahmat yang Allah turunkan, adalah Rahmat Allah berupa karunia dan rezeki bagi seluruh makhluk yang bernyawa di dunia. Mulai dari binatang, tumbuhan, dan seluruh manusia mulai dari manusia pertama hingga akhir zaman nanti. Allah tidak memandang status makhluknya, hewan buas atau jinak kah, tanaman liar atau hias kah, manusia mukmin atau kafirkah, Allah akan mencukupkan rezekinya. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Dan tidak ada satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat kediamannya itu dan tempat penyimpanannya . Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).” (QS Hud : 6)

Betapa Maha Kasih dan Sayang Allah SWT. Tapi apakah kita hanya ingin mendapatkan 1 Rahmat Allah saja? Padahal janji-Nya, meskipun kita kafir sekalipun (na’udzubillah min dzalik) jaminan rezeki Allah sudah mencukupi seluruh makhluknya. Kemana perginya 99 Rahmat Allah lainnya? Dari hadist di atas, para ulama menyatakan bahwa 99 rahmat Allah akan diberikan ketika di akhirat khusus bagi orang-orang yang beriman. Maka tak salah jika Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk memohon kepada Allah, untuk selalu mengharap Rahmat dari-Nya. Bahkan dalam suatu kisah, meskipun amalan kebaikan kita selama seribu tahun ditimbang dibandingkan dengan nikmat satu buah bola mata, ternyata masih lebih berat karunia bola mata. Mohonlah selalu Rahmat-Nya.

Jadi masih mau Rahmat Allah?

Ramadhan menyajikan begitu banyak kebaikan. Amalan sunnah diganjar dengan kebaikan amalan wajib. Amalan wajib diganjar berkali-kali lipat, dan pahal shaum nya dibalas dengan balasan yang hanya Allah yang mengetahuinya (unlimited). Amalan yang baik di bulan ini adalah berbagi melalui sedekah. Bahkan Rasulullah untuk menyemangati kaumnya untuk bersedekah, mengungkapkan hal berikut:

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.”  (HR. Tirmidzi)

Bulan Ramadhan memang bulan yang begitu istimewa. Momen tepat untuk berbagi kebaikan. Bulan ini menjadi pengingat bagi si kaya, bahwa lapar adalah suatu kebiasaan bagi si miskin. Dan hal itu yang kini sedang dijalani oleh si kaya maupun si miskin. Berbagi itu indah, dan berbagi itu mudah. Mari isi Ramadhan dengan berbagi, berbagi keberkahan untuk mendapatkan rahmat-Nya. Insya Allah. Wallahu ‘alam bi shawab.

Inspirasi:

cek juga :  https://ceukkangupi.wordpress.com/2010/07/29/bekerja-keras-tapi-kepayahan-mau/

~program one day one note kebaikan di bulan Ramadhan~