5th Ramadhan ~Misteri itu Bernama Waktu~


Bismillahirrahmanirrahiim

Hari ke 5 Ramadhan, dan menjelang berbuka puasa. Insya Allah beberapa saat lagi kita akan menyelesaikan 1/6 shaum kita dari 29 atau 30 hari yang diwajibkan. Tidak ada kenikmatan menandingi kenikmatan seseorang yang berpuasa ketika datangnya waktu berbuka. Rasulullah SAW mengungkapkan dalam hadistnya:

“Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya.” (HR. Muslim)

Kenikmatan pertama yakni ketika berbuka merupakan kenikmatan yang Allah berikan di dunia. Dan kenikmatan kedua adalah saat bertemu dengan Allah SWT, yakni ketika pahala puasa kita diganjar dengan suatu ganjaran yang hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Dikatakan bahwa seluruh amalan anak Adam itu akan kembali untuk anak Adam terkecuali puasa, karena puasa itu adalah untuk Allah. Mudah-mudahan puasa kita adalah puasa yang diterima oleh-Nya, bukan puasa yang hanya menahan lapar dan dahaga saja. Insya Allah Amin.

Ada renungan menarik dari lirik lagu yang dinyanyikan oleh Ebiet G Ade berjudul “Masih ada Waktu”. Begini bunyi liriknya:

Bila masih mungkin kita menorehkan batin
Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas
Mumpung masih ada kesempatan buat kita
Mengumpulkan bekal perjalanan abadi

Kita pasti ingat tragedi yang memilukan
Kenapa harus mereka yang tertimbun tanah
Tentu ada hikmah yang harus kita petik
Atas nama jiwa mari heningkan cipta

Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu
Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung
Hanya atas kasihnya hanya atas kehendaknya kita masih bertemu matahari
Kepada rumpun di lalang kepada bintang gemintang

kita dapat mencoba meminjam catatanNya
Sampai kapankah gerangan Waktu yang masih tersisa
Semuanya menggeleng semuanya terdiam semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud mumpung kita masih di beri waktu

(Link download youtube)

Misteri itu bernama waktu . Tak ada sesuatu yang dijadikan oleh Allah sebagai sumpah-Nya melainkan hal tersebut adalah suatu hal yang sangat penting. Allah bersumpah demi sesuatu yang bernama waktu dalam surat Al-Ashr. Demi Waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Ayat yang menjadi hafalan dan bacaan favorit disamping Al-Ikhlas dan Al-Kautsar ketika shalat. Dan tentu artinya pun sudah pasti hafal. Tapi apakah maknanya juga?

Waktu atau kesempatan. Banyak julukan atau kiasan atau sebutan mengatasnamakan waktu. Mungkin bagi seorang pengusaha, waktu adalah uang, semakin cepat mengambil keputusan maka semakin cepat kesempatan mendapatkan keuntungan. Bagi seorang mahasiswa tingkat akhir, mungkin waktu adalah titel, perjuangan untuk mendapatkan gelar sarjana sebelum batas waktu kuliah berakhir. Bagi seorang pelatih sepakbola, waktu adalah peluang, selama peluit panjang belum dibunyikan pasti masih ada peluang untuk mencetak gol dan kemenangan. Bagi seorang yang menjelang sakratul maut, tentu waktu adalah seuntai nyawa. Lantas apa sebenarnya itu waktu?

Jika ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini, pasti jawabannya adalah mengembalikan waktu. Banyak teori yang mengungkap berbagai fenomena alam di dunia ini, namun teori itu seolah kelu ketika membahas mengenai waktu. Sadar atau tidak, waktu adalah suatu hal yang tidak mungkin berulang, dan memiliki kecepatan yang sangat dahsyat. Jika cahaya adalah memiliki satuan waktu yang bisa diukur kecepatannya, maka waktu tak ada satupun yang mampu mengukurnya. Saking cepatnya, apakah kita sadar kita sudah hidup lebih dari 20 tahun? Kita bisa berkata besok masih 24 jam lagi, tapi apakah begitu ketika kita mencapainya esok? Kita bisa berkata bahwa 20 tahun adalah waktu yang lama, tapi apakah kita merasakan usia kita mulai dari lahir hingga usia 20 tahun? Kemarin, 5 tahun lalu, 10 tahun lalu, 15 tahun lalu, ternyata tak selama yang dibayangkan karena ternyata kita telah melaluinya dengan sekejap. Masih ingat anekdot dulu ketika waktu masih kecil, kalo bercanda dengan teman sebaya, ” iya deh ntar saya kasih anu di tahun 2000″. Dulu mungkin waktu kecil tahun 2000 itu masih lama, tapi ternyata kini milenium ketiga ini sudah menginjak usia yang kesepuluh.

Waktu atau mungkin lebih tepatnya lagi disebut nyawa, adalah anugerah yang Allah berikan kepada setiap makhluk yang bernyawa di dunia ini. Wajar jika kemudian Allah begitu memperhatikan masalah waktu ini. Tiap manusia memiliki jatah waktu yang sama dalam sehari, yakni 24 jam. Namun ternyata dengan jatah waktu yang sama, kualitasnya bisa jauh berbeda. Dengan waktu 24 jam seseorang bisa menghasilkan karya luar biasa yang bisa memberikan keselamatan bagi umat manusia, di satu seseorang pun bisa menjadi sampah dalam memanfaatkan 24 jam sehari kehidupannya. Lantas bagaimana seorang muslim memanfaatkan waktu? Dalam Al-Qur’an disebutkan:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa (Ali Imran: 133)”

Selagi masih ada waktu, pesan Rasulullah dalam suatu hadist dikatakan bahwa kita harus bisa memanfaatkan 5 perkara. Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati. Tak perlu menunda untuk memanfaatkan waktu, tak perlu menanti untuk berbuat kebaikan. Usia kita sudah lebih dari 20 tahun. Sudah karya apa yang kita berikan untuk agama ini? karya apa yang sudah bisa kita banggakan untuk negeri ini? Persiapan apa yang  telah kita lakukan untuk diri ini, untuk menghadapi hari di mana tak ada alasan untuk mengelak?

Kembali ke lirik diatas, mumpung masih ada kesempatan buat kita, mengumpulkan bekal perjalanan abadi. Mudah-mudahan suatu saat nanti di hadapan Allah kita bukan termasuk orang yang disebutkan dalam AL-Qur’an:

Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka (orang kafir) berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Tetapi (sebenarnya) telah nyata bagi mereka kejahatan yang mereka dahulu selalu menyembunyikannya . Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta belaka.” (Al-An’am 27-28)

Wallahu ‘alam bi shawab

Inspirasi : Lagu Ebiet G Ade “Masih ada waktu”

~program one day one note kebaikan di bulan Ramadhan~