7th Ramadhan ~Seven Wonders~


Bismillahirrahmanirrahiim

Keagungan hanya milik Allah, Rabb semesta Alam. Dia lah yang menghidupkan dan mematikan, Dia-lah Tuhan yang Maha memiliki kerajaan, Dia-lah yang memberikan dan mencabut kerajaan kepada yang dikehendaki-Nya. Dia pula yang memuliakan orang yang dikehendaki-Nya dan menghinakan orang yang dikehendaki-Nya. Di tangan-Nya lah segala kebaikan. Dan sesungguhnya Dia berkuasa atas segala sesuatu. Dan Maha Pemberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan.

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Luqman : 27)

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS Al-Mulk : 3)

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS Al-Israa : 44)

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (QS. Ath-Thalaq : 12)

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah 261)

Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w. sabdanya: “Ada tujuh macam orang yang akan dapat diberi naungan oleh Allah dalam naunganNya pada hari tiada naungan melainkan naunganNya, yakni pada hari kiamat, iaitu: imam pemimpin atau kepala yang adil, pemuda yang tumbuh sejak kecil dalam beribadat kepada Allah Azza wa jalla, seseorang yang hatinya tergantung (sangat memperhatikan) kepada masjid-masjid, dua orang yang saling cinta-mencintai kerana Allah, keduanya berkumpul atas keadaan yang sedemikian serta berpisah pun demikian pula, seseorang Ielaki yang diajak oleh wanita yang mempunyai kedudukan serta kecantikan wajah, lalu ia berkata: “Sesungguhnya saya ini takut kepada Allah,” – ataupun sebaliknya yakni yang diajak itu ialah wanita oleh seorang Ielaki, seseorang yang bersedekah dengan suatu sedekah lalu menyembunyikan amalannya itu (tidak menampak-nampakkannya), sehingga dapat dikatakan bahawa tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh tangan kanannya dan seseorang yang ingat kepada Allah di dalam keadaan sepi lalu melelehkan airmata dari kedua matanya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Abu Umarah yaitu al-Bara’ bin ‘Azib radhiallahu anhuma, katanya: “Kita semua diperintah oleh Rasulullah s.a.w. untuk melakukan tujuh perkara, yaitu meninjau orang sakit, mengantarkan janazah, mentasymitkan (menjawab) orang yang bersin – yakni mendoakan supaya beroleh kerahmatan dengan mengucapkan: Yarhamukallah kepada orang yang bersin jikalau ia mengucapkan: Alhamdulillah, menolong orang yang lemah, membantu orang yang dianiaya, meratakan (menyebarkan) salam dan melaksanakan sumpah.” (Muttafaq ‘alaih)

~~

Seven wonders. Tujuh keajaiban. Alhamdulillah Ramadhan telah menginjak hari ke-7. Jika seorang bayi yang baru lahir kemudian telah mencapai tujuh hari, maka kemudian bayi tersebut digunduli rambutnya kemudian diberi nama. Maka jika puasa kita berhak diberi nama mudah-mudahan namanya bukanlah “sia-sia”, “haus dan dahaga belaka”, apalagi “tidak diterima”. Mudah-mudahan 7 hari kebelakang, puasa kita adalah puasa yang diterima oleh-Nya dan diberikan ganjaran amal kebaikan di hari akhir kelak. Amien.

Suatu teori mengatakan bahwa kita akan menjadi mudah melakukan sesuatu hingga menjadi kebiasaan, jika hal tersebut dilakukan secara terus menerus selama tiga minggu berturut-turut. Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat tepat untuk membangun kebiasaan dan konsistensi ibadah kita. Memang masih tersisa tujuh kali dua lagi untuk mencapai 21 hari sehingga apa yang kita lakukan menjadi kebiasaan. Mudah-mudahan setelah Ramadhan kita akan menjadi terbiasa untuk bangun sebelum subuh sehingga kita bisa melakukan shalat subuh berjamaah di masjid, seperti kebiasaan bangun sahur yang telah kita lakukan saat ini. Mudah-mudahan kita juga terbiasa membaca Al-Quran sama halnya yang telah kita lakukan saat ini untuk mengisi hari-hari Ramadhan kita. Semoga saja kita juga tidak meninggalkan kebiasaan shalat malam kita, seperti yang kita lakukan saat ini untuk melakukan tarawih di bulan Ramadhan.

Wallahu ‘alam bi shawab

Inspirasi : 7th Ramadhan 1431 H yang bertepatan dengan tujuh belas agustus dua ribu sepuluh.

~program one day one note kebaikan di bulan Ramadhan~