Mengelola uang dan Dinar


Bismillah,

Sudah baca tulisan saya sebelumnya tentang preview dinar? Silahkan dibaca bagi yang belum, terima kasih bagi yang sudah menyempatkan waktu untuk membacanya😀. Tulisan kali ini akan mengupas mengenai fungsi dinar dan juga kebijakan apa yang seharusnya kita pakai dalam mengelola dinar kita ataupun uang yang kita miliki.

dinar emas logam mulia

Fungsi mata uang – atau uang yang kita kenal sebagai alat transaksi sehari-hari memiliki dua fungsi utama yakni sebagai alat tukar dan penyimpan atau penjaga nilai. Adapun fungsi uang sebagai satuan hitung atau unit of account adalah turunan dari fungsi uang sebagai alat tukar yang menyatakan bilangan atau harga dari suatu transaksi yang kita jalankan. Dinar, sejatinya memiliki fungsi yang sama dengan mata uang yang kita gunakan saat ini. Yakni uang kertas rupiah, dollar, euro, atau mata uang apapun didunia. Karena pada awalnya, 1400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW dan zaman para sahabat, menggunakan dinar dan dirham sama seperti uang, yakni berfungsi sebagai alat tukar (jual beli). Namun sayangnya, karena kebijakan ekonomi dunia saat ini, mata uang yang digunakan adalah mata uang kertas dan logam (yang bukan logam mulia) yang beredar di dunia saat ini. Awalnya hal ini tidak menjadi masalah, karena setiap mata uang negara manapun di dunia ini, selalu di backup oleh sejumlah emas yang menjamin nilai uang tersebut. Katakanlah pemerintah negara Indonesia mencetak uang 1 Triliun rupiah, maka pihak bank juga mencadangkan emas senilai 1 Triliun untuk menjamin nilai intrinsik dari mata uang yang dicetak tersebut. Karena itu fungsi uang sebagai penjaga nilai tetap terjaga.

Tapi itu dulu, karena saat ini, setelah perjanjian Nixon (Presiden AS saat itu) tahun 1971, dimana secara sepihak Pemerintah Amerika Serikat yang sedang terdesak ekonominya, tiba-tiba memutuskan untuk tidak memback-up mata uangnya dengan emas. Yang kemudian diikuti oleh negara-negara lainnya di dunia, melalui suatu organisasi keuangan dunia yakni IMF. Akibatnya fungsi mata uang sebagai penjaga nilai lepas sudah. Sehingga saat ini uang yang kita gunakan hanya menjadi sarana alat transaksi saja. Karena nilainya dari tahun ke tahun terus tergerus karena mendapatkan inflasi. Buktinya? Kita pernah sama-sama merasakan masa kecil, dan pasti kita masih ingat akan masa kecil kita dahulu. Mungkin waktu SD kita hanya diberikan uang jajan 1000 rupiah saja, dan waktu itu saya masih ingat, dengan uang sejumlah itu saya bisa menggunakannya untuk ongkos pulang pergi rumah sekolah ditambah jajan, dan semangkok bubur yang harganya masih 300 – 500 rupiah. Apakah kali ini masih berlaku? Untuk ongkos saja rasanya tidak cukup. Itulah yang dinamakan ketidakmampuan mata uang kertas kita saat ini tidak mampu lagi menjaga nilai.

Dari paparan di atas sangat jelas bahwa uang hanya mampu digunakan sebagai alat transaksi. Adapun dinar saat ini belum mampu digunakan sebagai alat transaksi, tapi sudah kita ketahui bahwa dinar mampu menjaga nilai dengan nilai intrinsik yang ada pada dinar tersebut (logam mulia = emas). Jadi apa yang kita butuhkan? Dua-duanya.

Untuk bertransaksi saat ini dalam dunia ekonomi sehari-hari tentu kita masih bergantung pada uang kertas. Sehingga janganlah menukarkan uang kertas kita kedalam bentuk dinar untuk transaksi sehari hari. Jadi tinggal kita alokasikan kebutuhan kita dalam waktu dekat yang memang harus menggunakan uang kertas sebagai pemenuh kebutuhannya. Adapun untuk suatu hal yang masih berjalan cukup lama, katakan tabungan haji, bekal di hari tua, biaya sekolah anak di masa depan, rencana menikah di masa depan, lebih baik segera ditukarkan kedalam bentuk dinar yang bertujuan untuk menjaga nilainya.

Mungkin tulisan saya sebelumnya tentang Dinar Emas di pages blog ini bisa membantu, kenapa dinar bisa berfungsi sebagai penjaga nilai. Selamat mengelola keuangan anda. Dan Selamat berinvestasi😀

 

 

 

Tulisan terkait :

Dinar Emas