Mengemas Kebaikan


Bismillah

Sabtu pekan yang lalu, saya berkesempatan mengunjungi pameran karya teman-teman DKV ITB di CC Timur ITB. Nama acaranya AVIATION. Terus terang membuat penasaran untuk didatangi, apalagi namanya berbau penerbangan. Ditambah acara tersebut saya ketahui, langsung dari anak DKV yang mengundang melalui jejaring sosial. Jadi dua kebutuhan, memenuhi undangan dan menghilangkan penasaran🙂 .

Berjalan-jalan di pameran tersebut, kita akan melihat “aviation” dari sisi yang lain. Melihat  “aviation” secara visual dalam karya-karya teman DKV baik itu berupa tipografi, poster, karikatur, fotografi dan aneka bentuk hasta karya lainnya. Luar biasa, kreatif, dan Out of the box. Diluar nalar otak saya yang cenderung eksak. Dan sebuah kewajaran, karena itu memang seharusnya keahlian mereka. Mengkomunikasikan ide secara visual agar ide tersebut “terjual” dan tersampaikan. Wajar saja dan memang sudah seharusnya, branding-branding event di ITB seperti ITB Fair, Olimpiade, INKM selalu diisi oleh karya-karya mereka.

Karena banyaknya karya yang ditampilkan, saya cenderung menikmati saja, tak ada yang benar-benar terekam di otak. Hanya beberapa saja yang saya ingat sampai sekarang. Itupun karyanya teman saya, jadi saya cenderung lebih memperhatikannya hehe.

Pameran terbagi menjadi tiga bagian. Yang masing-masing dibagi kedalam tiga ruangan. Di lantai satu adalah ruangan yang menampilkan karya-karya yang “berbau” aviation. Lantai dasar menampilkan karya-karya yang lebih bebas, dan di ruangan auditorium menampilkan karya-karya animasi. Di lantai dasar, berbagai propaganda ditampilkan. Mulai dari kampanye menghargai buatan Indonesia, cintai produk dalam negeri, wisata lokal dan budaya, anti global warming, dan berbagai ide propaganda lainnya. Nah, lanjut di ruangan auditorium, yakni ruang tayang animasi. Di ruang ini pertunjukan di set pada waktu-waktu tertentu dan para pengunjung disuguhi tayangan beberapa karya animasi secara maraton dalam sebuah layar pertunjukan.

Sama halnya dengan karya-karya visual lainnya di dua ruangan sebelumnya, karya-karya animasi juga menampilkan ide-ide positif berupa anti global warming, mainan tradisional, menjaga kebersihan, dan lain-lain. Hingga akhirnya tibalah di film animasi terakhir. Dan sangat pantas disimpan di akhir, klimaks banget dan betul-betul memberikan kesan. Ya, kesan kepada saya bahwa kebaikan bisa dikemas dengan cerdas, lugas, jenaka, tanpa membiaskan pesan kebaikan tersebut. Apalagi kebaikan tersebut adalah “mengajak orang untuk menunaikan sholat”.

Karya itu karya teman saya, sebut saja Pipir (bukan nama sebenarnya :D). Judulnya Kocak, singkatan dari Komik Cacat. Karyanya bercerita tentang seseorang yang mengajak temannya untuk menunaikan sholat, meskipun temannya tersebut sedang sibuk mengerjakan tugas. Pesannya sederhana, yakni bagaimana kita tidak meninggalkan sholat apapun kondisinya dan juga ajakan untuk menunaikan sholat di masjid. Ini link lengkap video tersebut di youtube. Harap didengarkan dengan seksama dialognya, dan juga jangan ragu untuk tertawa, dan tangkap pesan moralnya🙂

Sudah dapat pesannya? Kalau belum, silahkan tonton ulang. Satu pelajaran yang berharga yang saya dapat usai kunjungan pameran dan setelah menonton animasi itu, Seni mengemas kebaikan. Kebaikan yang mungkin selama ini “kuno” atau sudah tidak sesuai jamannya, ternyata hanya masalah kemasan saja. Dan satu faktor itulah yang nampaknya masih belum bisa disampaikan dari umat ini. Umat yang disebut sebagai umat terbaik, yang menyeru pada yang ma’ruf yang mencegah dari kemunkaran. Contentnya mungkin bisa saja benar, tapi dengan cara yang kurang elegan, bisa jadi citra atau pesan yang disampaikan negatif. Padahal sudah sangat jelas disebutkan dalam Al-Qur’an : “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. … “ (QS An-Nahl : 125).

Jadi sangat jelas, menyampaikan suatu kebaikan adalah sebuah kewajiban, dan menyampaikannya dengan cara yang baik adalah syariat.