Masjid, Subuh, dan Indikator Kebangkitan


Menurut hadist Rasulullah SAW :

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh (berjama’ah di mesjid). Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Berat bos, indikator kemunafiqan ternyata sholat subuh dan isya di masjid. Tau kan apa balasan bagi orang munafiq? Balasannya adalah neraka, neraka nya pun yang paling dasar, dasarnya Jahannam (QS An-Nisa 145). Astaghfirullahaladziim.
Teringat ada ungkapan yang menyatakan bahwa salah satu hal yang ditakutkan oleh musuh-musuh Islam adalah ketika umat islam, jamaah shalat subuhnya sebanyak jamaah sholat jum’atnya. Jadi bisa menilai kan kenapa umat Islam gak bangkit-bangkit? SIlahkan perhatikan berapa banyak baris shaf ketika shalat subuh. Ah atau mungkin jangan-jangan shalat lima waktu yang lain pun masjid tetap megah dengan jumlah shaf yang tetap tak lebih dari hitungan jari.

Masjid kini seolah seperti tempat bagi orang yang “kalah”. Orang yang sudah sepuh, yang sudah pensiun, yang sudah tinggal menunggu sisa-sisa kehidupannya. Kemana para pemuda? yang katanya menjadi generator kemenangan? Padahal dulu Rasulullah ketika pertama kali hijrah, hal yang didirikan pertama kali adalah Masjid. Semua aktivitas penting, rapat pemerintahan, pendidikan, merumuskan perang, diplomasi, semua dilakukan di Masjid. Ah ternyata kita hanya mengaku lebih “pintar dan maju”, tapi ternyata secara substansi sangatlah bodoh dan terbelakang. Astaghfirullahaladziim. Allahu’alam.