Teruntuk Saudaraku…


Teruntuk Saudaraku…

Bismillahirrahmanirrahiim. Hanya ingin sekedar berbagi dan juga mungkin mengingatkan, karena salah satu kewajiban muslim terhadap muslim lainnya adalah saling menasihati dan tolong menolong dalam kebaikan. Tulian ini khususnya untuk Saudaraku yang ingin, rindu, galau, gundah atau apapun perasaan dan keinginan untuk menuju jenjang pernikahan. Mungkin perasaan itu adalah perasaan yang saya alami juga setahun yang lalu (ups), perasaan yang sulit untuk dideskripsikan, tapi begitulah adanya. Bagi teman-teman seusia saya, apalagi untuk seorang perempuan, mungkin perasaan tersebut jauh lebih besar, dan bahkan mungkin lebih mencemaskan.

Setidaknya ada tiga prinsip untuk teman-teman yang akan atau ingin melangkah ke jenjang tersebut,

  1. Niatkan, niatkan, dan niatkan, bahwa proses atau keinginan untuk menyempurnakan agama ini adalah karena Ibadah kepada Allah SWT. Ini prinsip paling awal dan paling dasar. Sebenernya bukan hanya untuk urusan menikah, tapi untuk urusan apapun. Jadi tanya lagi pada diri sendiri, benarkah saya menikah untuk urusan ibadah? Atau urusan melengkapi status, ketika pekerjaan sudah punya masa sih pasangan belum panya? Silahkan tanya hatimu. Prinsip nomor satu inilah yang akan melawan ketakutan-ketakutan berikutnya, seperti mampu nggak ya nanti saya menghidupi pasangan saya, cukup emang penghasilan saya saat ini membiayai rumah tangga, dll. Karena prinsip nomor satu ini adalah prinsip keimanan, percaya nggak kita ama Allah SWT bahwa ketika kita menikah, Dia-lah yang akan mencukupkan rezeki kita.
  2. Ridho Allah adalah Ridho orang tua. Sudah izin dengan orang tua belum? Ini juga tahapan yang tidak boleh dilewati. Insya Allah, urusan kebaikan apapun akan lancar jika kita sudah mendapatkan ridho dari orang tua. Minta izin bukan berarti hanya minta izin nikahnya aja ya,  tapi bisa juga kita mendiskusikan kriteria pasangannya hehe
  3. Prinsip yang ketiga, jangan mempersulit diri. Ini nih biasanya yang bertubrukan dengan ego. Tidak ada pasangan yang ideal, yang ada adalah pasangan yang saling melengkapi. Kadang hal ketiga ini yang membuat kita “tertahan” untuk menikah. Kita kadang mempersulit diri dengan menaikan kriteria calon pasangan kita. Inget hadist Rasulullah, kriteria memilih pasangan itu ada empat, yakni parasnya, hartanya, keturunannya, dan agamanya. Nah beruntunglah yang lebih memprioritaskan pemilihan kriteria calon pasangan berdasarkan agamanya. Artinya kalo demikian selama agamanya baik, insya Allah yang lainnya baik. Dan jangan lupa juga, calon pasangan kita adalah cerminan diri kita (trust me, it’s right!), Nggak salah sih bermimpi dapat pasangan yang lebih baik dari diri sendiri, Cuma ya ngaca dulu hehe.. istilahnya ada kualitas, maka ada harga lebih yang harus kita bayar🙂

Nah itu mungkin tiga prinsip untuk saudaraku yang rindu menikah. Sok yang membutuhkan bantuan mencari jodoh, insya Allah saya bantu hehe. Kata istri saya, ada beberapa temennya yang udah pengen nikah juga, tapi belum ada calonnya :p. Tapi inget cuma bagi yang bener-bener mantap akan menikah, bukan pacaran atau sejenisnya ya, saya nggak mau fasilitasi temen-temen untuk berzina hehe, na’uduzubillah. Oh iya lupa, pokonya ketika lagi proses pencarian, kudu banyak-banyak ibadah, mendekat ke yang Maha Memberi Jodoh, banyak-banyak istikharah. Insya Allah pasti dibuka jalannya.

Sekian. Dituturkan berdasarkan pengalaman. Allahu’alam bi shawab.🙂